|
Panduan Teknis

Pedoman

Pedoman teknis dari Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan.

Total Dokumen

16

Tahun Terbaru

2020

Status

Aktif

Pedoman
2020

Pedoman pembuatan lengkung debit sungai/saluran terbuka

Pedoman ini menetapkan cara pembuatan lengkung debit sungai/saluran terbuka yang mempunyai penampang kendali relatif stabil, tidak terpengaruh pasang surut dan atau arus balik dan atau aliran lahar, dan tidak melimpas. Manfaat lengkung debit adalah untuk mengetahui besaran debit sungai/saluran pada tinggi muka air tertentu. Ruang lingkup pada tata cara ini meliputi: a) Pembuatan lengkung debit dengan cara grafis. b) Pembuatan lengkung debit dengan cara analitis. c) Pembuatan lengkung debit dengan cara gabungan antara grafis dan analitis. d) Perpanjangan lengkung debit e) Pembuatan tabel aliran

Pedoman
2009

Tata cara pembangunan pos duga air tipe konsol di sungai/saluran terbuka

Pedoman ini menetapkan tata cara pembangunan pos duga air tipe konsol di sungai/saluran terbuka yang membahas ketentuan-ketentuan dan cara/tahapan pelaksanaan pembangunan pos duga air tipe konsol. Ketentuan tersebut antara lain seperti penentuan lokasi di sungai atau saluran terbuka, tersedianya penampang kendali baik alam maupun buatan, alur sungai lurus sejauh lebih dari 4 kali lebar sungai rata-rata pada saat banjir, pada waktu banjir air sungai tidak melimpah, mudah dicapai terutama pada saat banjir, penyebaran aliran di penampang baik pada saat air kecil, sedang maupun banjir merata dan mengumpul, tidak terkena pengaruh pengempangan atau aliran lahar, tersedia lokasi pengukuran debit dari muka air rendah sampai tinggi, lokasi sedapat mungkin dekat dengan tempat tinggal penduduk, tersedia lokasi untuk pemasangan sarana pengukuran debit seperti kereta gantung atau kabel gantung melintang, kemungkinan pemasangan telemetring, kesepakatan dengan pemilik tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pos duga air, pertimbangan tentang kondisi geoteknik ketahanan bangunan terhadap geser, guling dan amblas dari rencana lokasi pos duga air, serta kerapatan jumlah pos duga air dalam suatu DAS sesuai dengan SNI 03-2526-1991. Lokasi pos duga air ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak merubah kondisi sungai, tidak mengganggu aliran dan disesuaikan dengan rencana pengembangan sumber daya air pada DAS tersebut seperti pembangunan bangunan air lainnya seperti bendung, bendungan, jembatan dan lain-lain sehingga keberadaannya tidak mengganggu bangunan yang sudah ada maupun bangunan yang akan dibangun.

Pedoman
2004

"Pengawasan dan penyimpanan serta pemanfaatan data kualitas air"

"Pedoman ini merupakan panduan untuk pengawasan, penyimpanan dan pemanfaatan data kualitas air dalam rangka pemantauan kualitas air agar data yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan; Pedoman ini mencakup tiga bagian yaitu pengawasan keabsahan data, penyimpanan data dan pemanfaatan data; Pedoman ini hanya berlaku untuk data kualitas air permukaan dan air tanah tidak termasuk air limbah dan air laut."

Pedoman
2004

Pengisian kekosongan data hujan dengan metode korelasi distandardisasi non linear bertingkat

"Pedoman pengisian data hujan dengan metode ini mencakup hubungan korelasi dan regresi antar seri data pengisi dan yang diisi. Penerapan pedoman ini memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain jumlah stasiun minimal 3 buah. Pedoman ini meliputi: data yang digunakan beserta persyaratannya, prosedur perhitungan, evaluasi perhitungan dan contoh perhitungannya."

Pedoman
2004

Pedoman pengoperasian waduk tunggal

"Pedoman ini adalah untuk memudahkan perencana/ pelaksana pengoperasian dalam menyusun pola operasi serta pedoman pengoperasian suatu waduk. Pedoman ini menguraikan tentang pengoperasian waduk tunggal dengan berbagai hal-hal yang perlu diketahui/ ditentukan sebelumnya antara lain : klasifikasi pemanfaatan waduk; penentuan kapasitas waduk; inflow ke waduk dan outflow dari waduk; kendala yang dihadapi; persamaan dasar simulasi waduk; pendekatan dalam pola operasi; metode dalam penyusunan pola operasi waduk; prosedur pembuatan pola operasi waduk; prosedur operasi waduk."

Pedoman
2004

Pengoperasian waduk kaskade pola listrik-listrik multiguna

Pedoman Pengoperasian waduk kaskade pola listrik-listrik-multiguna meliputi : Pengumpulan data yang terdiri dari : 1. data debit aliran masuk ke masing-masing waduk, 2. data tinggi muka air (TMA) tiap waduk, 3. data kebutuhan air irigasi, 4. data hubungan antara TMA dengan volume tampungan dan 5. data rencana pemeliharaan turbin serta pintu-pintu air dari setiap waduk; Melakukan prediksi debit air masuk ke masing-masing waduk untuk tahun yang akan datang; Membuat pola operasi waduk kaskade dengan prinsip pembagian berimbang (equal sharing). Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional tiap-tiap waduk yang telah dilakukan pada bulan sebelumnya. Evaluasi melibatkan para pengelola waduk dan semua pihak terkait dengan operasional waduk kaskade.

Pedoman
2004

Monitoring dan evaluasi hasil penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dalam rangka pengisian waduk

Pedoman monitoring dan evaluasi hasil penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka pengisian waduk meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Monitoring data yaitu pengumpulan data hidrologi sebelum, selama dan pasca pelaksanaan TMC. Data yang dikumpulkan terdiri dari : data karakteristik waduk-waduk seperti data tinggi muka air (TMA) waduk, tabel hubungan antara TMA dengan volume tampungan, tabel hubungan antara TMA dengan luas permukaan waduk; data curah hujan dan contoh air hujan; data debit sungai. b. Evaluasi terhadap hasil penerapan TMC yang meliputi analisis teknis hidrologi, analisis manfaat dan analisis kualitas air.

Pedoman
2004

Pedoman teknik pembangunan kincir air tipe pusair untuk irigasi desa

Pedoman teknik membangun kincir air tipe PUSAIR untuk irigasi desa ini mencakup : merancang dan membangun kincir air tipe PUSAIR, bangunan kincir air digunakan untuk penyediaan air terutama air irigasi desa dan pedoman ini tidak mencakup tinjauan terhadap social dan biaya.

Pedoman
2004

Prakiraan dan peringatan dini banjir

Pedoman ini dibuat untuk memudahkan perencana/ peneliti/ pelaksana pekerjaan dalam merencanakan system peramalan banjir dan peringatan dini banjir. Pedoman ini membahas hal-hal sebagai berikut : data yang diperlukan untuk peramalan; persyaratan, ketentuan dalam penempatan stasiun telemetri; instrumentasi/ peralatan yang diperlukan; metode yang dapat digunakan; organisasi yang diperlukan; standar operasi dan peringatan dini banjir."

Pedoman
2004

Perhitungan indeks kekeringan menggunakan teori RUN

Pedoman ini membahas tata cara penghitungan indeks kekeringan menggunakan teori RUN. Indeks kekeringan yang dihasilkan mencakup durasi kekeringan dan jumlah kekeringan dengan berbagai periode ulang, digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan kekeringan dalam suatu seri data hujan dan dan untuk kapasitas bendung. Pedoman ini hanya membahas indeks kekeringan titik pada setiap pos hujan, bukan kekeringan wilayah (regional drought).

Pedoman
2004

Peramalan debit aliran sungai

Pedoman ini membahas hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan prosedur dan melaksanakan peramalan debit aliran sungai, selain dari debit banjir. Pedoman ini dapat digunakan untuk mengembangkan dan melaksanakan peramalan ketersediaan air dan aliran rendah. Pedoman umum ini membahas : 1. Jenis dan akurasi peramalan debit aliran sungai ; 2. Pelayanan peramalan debit aliran sungai ; 3. Data untuk peramalan; 4. Teknik peramalan; 5. Pengembangan prosedur peramalan; 6. Verifikasi peramalan; 7. Diseminasi peramalan. Rincian mengenai berbagai teknik peramalan, masing-masing akan dibahas pada pedoman khusus tersendiri.

Pedoman
2003

Tata Cara Pemilihan Parameter dengan Metode Pemeriksaan Kualitas Air dalam Rangka Pemantauan Kualitas Air.

Petunjuk teknis ini membahas masalah yang meliputi : pemilihan parameter yang diperiksa untuk contoh air sungai, metode pemeriksaan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan petunjuk teknis pemeriksaan kualitas air

Total: 16 data