Perjalanan Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan dari awal hingga saat ini
Hydrodynamisch Laboratorium didirikan di THS (sekarang ITB)
Dienst van Havenwezen mendirikan laboratorium penelitian di THS
Laboratorium dibuka kembali sebagai bagian dari Instituut voor Weg en Waterboukundige Onderzoekingen (WWO), terdiri dari tiga bagian termasuk Waterloopkundig Laboratorium
Diubah menjadi Institut Teknik Air dan Tanah (ITAT), lalu menjadi Balai Penyelidikan Teknik
Balai dipecah; bagian Hidrologi masuk ke Direktorat Perairan
Berdiri Balai Hidrologi dan Hidrometri, dipimpin Ir. Ali Djojodinoto
Menjadi bagian dari Kementerian PUT dengan nama yang sama
Nama berubah menjadi Balai Penyelidikan Masalah Air dan Hidrologi
Pasca G30S, dilebur menjadi Lembaga Penyelidikan Masalah Air (LPMA) di bawah Ditjen Pengairan. Dipimpin Ir. Rachmat Tirtotjondro
LPMA menjadi Direktorat Penyelidikan Masalah Air (DPMA) melalui Keppres 28 Agustus 1974
DPMA diubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengairan (Puslitbang Pengairan)
Dibentuk 6 UPT termasuk: Balai Penyelidikan Hidrologi โ Bandung
Struktur diperbarui, balai terkait: Balai Hidrologi dan Balai Lingkungan Keairan
Reorganisasi UPT, terbentuk: Balai Hidrologi dan Tata Air โ Bandung dan Balai Lingkungan Keairan โ Bandung
Balai Hidrologi dan Tata Air digabung dengan Balai Lingkungan Keairan menjadi: Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan (nama resmi hingga kini)