Evaluasi Upaya Mitigasi Struktur untuk Pengendalian Banjir di Sungai Rongkong
Salah satu alternatif mitigasi struktural banjir yang direncanakan untuk Sungai Rongkong adalah pembangunan tanggul dan normalisasi sungai. Namun normalisasi sungai memiliki kelemahan dimana pelebaran penampang sungai dapat menyebabkan peningkatan sedimentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas pengendalian banjir yang direncanakan dalam mengurangi limpasan banjir dengan menggunakan model hidraulik limpasan banjir. DAS Rongkong dibagi menjadi 14 Sub DAS untuk membuat model secara distributif. Curah hujan rencana dianalisis menggunakan analisis distribusi frekuensi dengan metode GEV pada berbagai periode ulang. Debit banjir dianalisis menggunakan software HEC-HMS dengan metode SCS dan Snyder pada kala ulang 20 tahun. Pemodelan hidraulik dianalisis menggunakan HEC-RAS 1D dengan kondisi aliran tidak tunak pada penampang eksisting dan rencana. Berdasarkan hasil pemodelan banjir dengan debit banjir Q20 sebesar 1.046,78 m3/s menghasilkan reduksi banjir sebesar 100% dan peningkatan kecepatan aliran rata-rata sebesar 18% dari 1,82 m/s menjadi 2,14 m/s. Penggunaan Q20 sebagai debit banjir rencana dalam rencana normalisasi dan pembangunan tanggul Sungai Rongkong dinilai terlalu besar karena menyebabkan biaya konstruksi menjadi sangat mahal. Direkomendasikan untuk menggunakan Q10 sesuai dengan peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang menyatakan bahwa desain banjir untuk tanggul sungai di dekat wilayah ibukota kabupaten/kota harus dapat melewati debit banjir Q10 – Q20. Selain itu juga perlu dilakukan kajian desain terhadap rencana normalisasi dan konstruksi tanggul
Selengkapnya