Estimasi Laju Erosi Pada Beberapa Daerah Tangkapan Air Waduk Di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Dengan Sistem Informasi Geografi
Tanah yang terkena erosi akan terbawa aliran air permukaan ke sungai dan masuk ke dalam waduk. Hal ini menyebabkan pendangkalan waduk; studi untuk memperkirakan laju erosi dalam kasus ini telah dilakukan di Daerah Aliran Sungai Waduk Dawuhan, Waduk Gondang, dan Waduk Nglambangan, Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo. Salah satu metode yang sering digunakan dalam mengukur tingkat kerentanan terhadap erosi adalah metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Prediksi erosi dengan metode USLE juga dapat memanfaatkan GIS dalam perhitungannya. Sistem Informasi Geografis (GIS) merupakan teknologi berbasis spasial yang sangat populer saat ini. Pemanfaatan pemodelan spasial berbasis GIS dengan resolusi piksel sebagai alat dalam memprediksi erosi dapat meningkatkan akurasi data yang dihasilkan, terutama pada lahan yang memiliki topografi kompleks. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju erosi tertinggi terjadi di daerah tangkapan air Waduk Nglambangan sebesar 75.327,93 ton/tahun dengan laju erosi 27,18 ton/ha/tahun. Laju erosi terbesar kedua ditemukan di lokasi Waduk Gondang dengan total laju erosi tahunan sebesar 7.347,77 ton/tahun dengan laju erosi 3,08 ton/ha/tahun.
Selengkapnya