|

Ke Mana Perginya Air Hujan? Mengenal Infiltrasi dan Siklus Hidrologi

Pernahkah Anda bertanya-tanya ke mana perginya air hujan setelah membasahi jalanan dan halaman rumah kita? Ternyata, air hujan tidak begitu saja menghilang.

Admin
Admin
Editorial Team
30 Januari 2026
2 menit baca
Ke Mana Perginya Air Hujan? Mengenal Infiltrasi dan Siklus Hidrologi
Sumber: Dokumentasi BHLK

Pernahkah Anda bertanya-tanya ke mana perginya air hujan setelah membasahi jalanan dan halaman rumah kita? Ternyata, air hujan tidak begitu saja menghilang. Setelah menyentuh permukaan bumi, setiap tetesnya memulai perjalanan panjang melalui jalur-jalur tertentu dalam sebuah mekanisme alam yang disebut siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui berbagai proses. Proses ini didorong oleh energi matahari dan gravitasi bumi. Setiap tahun, sekitar 505.000 km³ air menguap dari permukaan bumi, dan jumlah yang sama jatuh kembali sebagai presipitasi.

Lalu, Kemana Perginya Air Hujan?

Perjalanan pertama dimulai melalui proses infiltrasi atau peresapan ke dalam tanah. Sebagian besar air hujan akan masuk ke dalam bumi melalui pori-pori tanah. Proses ini sangat krusial karena air yang berhasil meresap akan tersimpan di dalam akuifer sebagai cadangan air tanah. Cadangan inilah yang selama ini kita manfaatkan sehari-hari melalui sumur untuk kebutuhan hidup. Tanpa infiltrasi yang cukup, cadangan air bersih di bawah tanah akan terus menipis.

Namun, tidak semua air hujan memiliki kesempatan untuk meresap. Ketika intensitas hujan sangat lebat atau kondisi tanah sudah terlalu jenuh, terjadilah fenomena yang disebut limpasan permukaan atau runoff. Air yang tidak sempat masuk ke dalam tanah ini akan mengalir di atas permukaan menuju selokan, sungai, hingga danau. Di kawasan perkotaan yang minim daerah resapan, limpasan permukaan yang berlebihan menjadi penyebab utama terjadinya banjir karena air tidak memiliki jalan lain selain menggenang atau meluap.

Muara akhir dari perjalanan ini, baik melalui jalur bawah tanah maupun limpasan permukaan, adalah badan air yang lebih besar. Air hujan tersebut pada akhirnya akan berkumpul di sungai, danau, atau kembali ke lautan luas. Inilah alasan ilmiah mengapa sungai-sungai tetap mengalir dengan stabil meskipun hujan telah berhenti, karena mereka terus mendapatkan pasokan air dari proses infiltrasi yang bergerak perlahan di bawah permukaan bumi.

Mengapa Penting?

Memahami siklus perjalanan air hujan ini bukan sekadar pengetahuan dasar hidrologi, melainkan kunci penting dalam pengelolaan lingkungan. Dengan menjaga keseimbangan antara infiltrasi dan limpasan, kita dapat mengurangi risiko bencana banjir sekaligus menjaga ketersediaan air tanah untuk masa depan. Semakin sedikit daerah resapan yang tersedia di lingkungan kita, maka semakin besar pula risiko limpasan air yang merusak. Oleh karena itu, pembangunan kota yang ramah lingkungan harus selalu memprioritaskan ruang terbuka hijau sebagai jalur alami bagi air hujan untuk kembali ke rumahnya di dalam bumi.

Admin

Ditulis oleh Admin

Editorial Team di Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan

Tim redaksi yang berdedikasi untuk menyajikan informasi terkini seputar hidrologi, lingkungan keairan, dan layanan teknis BHLK.

Topik:Siklus HidrologiAir HujanInfiltrasiAir TanahLimpasan Permukaan (Runoff)
Bagikan artikel ini:
Bagikan: